akhir dari sebuah masa
01.20.05 (5:47 am) [edit]ketika ada kala dimana manusia khilaf,
jiwanya merasa tidak pernah tenang,
tidak pernah sinkron dengan raganya,
semua yang dirasa tidak pernah beres,
selalu mengganggu dan menghambat peredaran darah,
menuju ke sumber kehidupannya, otaknya!
beranjak dari satu kejadian ke kejadian lainnya,
satu masa telah terlampaui olehnya,
terlintas untuk menyudahi segalanya,
memulai sesuatu yang baru untuk satu tujuan,
pembenahan diri..
terombang ambing dalam kegundahan,
mengerahkan seluruh tenaganya untuk mencari kesesuaian hidup,
untuk keselarasan jiwa dan raganya.
apa yang dicarinya..?
langkah itu telah diambilnya,
tinggal konsekuensi yang harus dijalaninya,
mampukah dia..?
hanya pembuktian saat ini yang harus dilakukannya.
kesimpulannya ?
01.12.05 (1:50 am) [edit]Telapak tanganku berkeringat,
hatiku deg-degan,
suaraku nyangkut,
kakiku bergetar,
tapi itu bukan cinta,
itu suka..
tanganku tidak dapat berhenti memegangnya,
jariku tidak dapat berhenti mengusapnya,
ragaku selalu ingin disampingnya,
tapi itu bukan cinta
itu sayang..
aku selalu ingin bersamanya,
aku selalu menerima kesalahannya,
aku rela memberikan hatiku untuknya,
aku rela memberikan kehidupanku untuknya,
aku menangis untuk kepedihannya,
hatiku ikhlas melihatnya memilih jalan hidupnya,
mataku melihat hatinya menyentuh jiwaku,
Itulah cinta ...
mencintailah,
karena itu adalah sesuatu yang dianugerahi oleh TUHAN untukmu.