terimakasih

04.17.05 (2:59 am)   [edit]

terimakasih telah memberiku bahagia setiap saat,
terimakasih telah menghadirkan perhatianmu di setiap resahku,
terimakasih telah membuat malamku selalu indah dengan pesan2 singkatmu,
terimakasih telah mengorbankan seluruh waktu dan perasaanmu untukku,
terimakasih telah mendengar segala keluh kesahku di waktu lalu,
terimakasih telah membiarkan lenganmu menjadi topangan di setiap sedihku,
terimakasih telah memberikan arti dalam hidupku..


terimakasih atas kecupan indah-mu yang sangat berarti bagi ku,
terimakasih atas tatapanmu yang selalu menenangkanku,
terimakasih atas pelukanmu yang selalu menghangatkanku,
terimakasih atas dukunganmu yang membuatku semakin percaya diri,
terimakasih atas kerelaanmu mengorbankan seluruh harapanmu,
terimakasih atas seluruh keindahan yang pernah aku rasakan,
terimakasih atas perjalanan indah kita..


terimakasih atas kesempatan yang pernah kamu pernah berikan untukku,
untuk selalu belajar berbagi,
untuk selalu belajar bagaimana menghargai,
untuk selalu belajar menyayangi, mencintai dan memiliki.


terimakasih Tuhan,
pernah Kau hadirkan kamu dalam hidupku,
walau hanya sesaat tetapi tetap bisa kurasakan kebahagiaan itu,
dan tak akan pernah aku sesali.


terimakasih sayang.

boleh nggak..?

04.14.05 (9:42 pm)   [edit]

boleh gak saya buka pintu terus langsung lari?
rasanya pengin membentak diri sendiri,
membanting tubuh hingga sakitnya gak terasa lagi.


kalau cinta itu bayangan,
boleh nggak saya jadi sinar yang menangkap bayangan itu?
kalau cinta itu seperti laut,
boleh gak saya tenggelam dan gak pernah keluar lagi?


tapi,
cinta itu tidak setipis bayangan,
dan cinta itu tidak bisa menampung banyak hati seperti laut.


tapi,
boleh nggak pagi ini saya tetap memeluk mimpi?
boleh nggak saya simpen mimpi ini sendiri aja?
boleh nggak saya nikmatin sisa hari ini sendiri aja?
boleh nggak saya menutup sakit dan memeluk mimpi lagi?


gak peduli besok bangun dan mimpi mau pergi,
atau besok mimpi tetap dalam pelukannya?


boleh nggak pagi ini aku tidur lagi?
boleh nggak pagi ini ketemu mimpi lagi?
atau gak bangun sama sekali?


Tuhan,
kenapa sih waktu itu Kau ciptakan suasana bersamanya?
kenapa sih waktu itu Kau berikan kesempatan?
kenapa sih waktu itu Kau berikan mimpi indah?
kenapa sih waktu itu harus saya lewati?


biarkan saya mimpi lagi, Tuhan.
biarkan saya menjemput mimpi itu lagi untuk pergi.


iya,
untuk pergi, Tuhan.


boleh?

friendship vs love..

04.09.05 (5:56 am)   [edit]

friendship is a quiet walk in the park with the one you trust,
love is when you feel like you are the only two around.


friendship is when they gaze into your eyes and you know they care,
love is when they gaze into your eyes and it warms your heart.


friendship is being close even when you are far apart,
love is when you can still feel their hand on your heart when they are not near.


friendship is hoping that they experience the very best,
love is when you bring them the very best.


friendship occupies your mind,
love occupies your soul.


friendship is knowing that you will always try to be there when in need,
love is when you will give up everything to be at their side.


friendship is a warm smile in the winter,
love is a warming touch that sends a pulse through your heart.


love is a beautiful smile to which nothing compares,
a tender laugh, which opens your heart,
a single touch that melts away your fears,
a smell that reminds you of the tenderness of heaven,
a voice that reminds you of the innocence of youth.


friendship can survive without love
love cannot live without friendship

ketika kamu berpikir saya tidak melihat..

04.07.05 (6:08 am)   [edit]

ketika kamu berpikir bahwa saya tidak melihat,
saya mendengar kamu mengucapkan doa,
dan saya tahu di sana ada Tuhan,
yang selalu saya bisa ajak ngobrol,
dan saya belajar untuk percaya dalam Tuhan.


ketika kamu berpikir saya tidak memperhatikan,
saya melihat kamu resah dengan kondisi saya,
dan menegur saya untuk segera keluar dari lingkaran tersebut.
 
ketika kamu berpikir saya tidak melihat,
saya melihat kamu memberikan waktu dan uangmu,
untuk menolong orang yang tidak memiliki apapun,
dan saya belajar bahwa orang mempunyai sesuatu harus memberikan kepada orang tidak punya.


ketika kamu berpikir saya tidak melihat,
saya melihat bagaimana kamu memegang tanggung jawabmu,
bahkan ketika kamu merasa tidak enak,
dan saya belajar bahwa saya akan menjadi orang bertanggungjawab ketika saya semakin dewasa.


ketika kamu berpikir saya tidak melihat,
saya melihat air mata di matamu,
dan saya belajar bahwa kadang kala sesuatu itu menyakitkan dan tidak salah untuk menangis.


ketika kamu berpikir saya tidak melihat,
saya mencarimu dan ingin mengatakan
“terimakasih untuk segala sesuatu yang saya lihat ketika kamu berpikir saya tidak melihat"



 

mencoba rasional..

04.05.05 (6:23 pm)   [edit]

mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab.
mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan.
mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian.
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.


kadang Tuhan mengetahui yang terbaik,
akan memberi kesusahan untuk menguji kita
kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.


jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.
alasan yang kadang sulit untuk dimengerti,
namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu,
Ia telah siap memberi yang lebih baik. ikhlas-kah kita?!


mengapa menunggu?
karena walaupun kita ingin mengambil keputusan,
kita tidak ingin tergesa-gesa.
karena walaupun kita ingin cepat-cepat,
kita tidak ingin sembrono.
karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai,
kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.


jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu.
jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu.
jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.


pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan,
ketimbang memilih apa yang ada.
tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai,
ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
tetap lebih baik menunggu orang yang tepat,
karena hidup ini terlampau singkat
untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah.
karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.