lihat sekitar kita...

06.21.05 (6:40 am)   [edit]

coba lihat sekitar kita,


ada yang biasa aja,
ada yang gak biasa,
ada yang santai,
ada yang parno,
ada yang capek,
ada yang idealis,
ada yang sabar,
ada yang tertekan.


ada yang berusaha kerja mati2-an,
cuma buat memuaskan 'ego'-nya
untuk terlihat eksis (tampil) di sekitar-nya.


ada yang berusaha keliatan cuek,
tapi kebat kebit dengan permasalahan yang ada.


berusaha keliatan cuek,
tapi tetep muter otak gimana cari solusinya.


ada yang tadinya santai, biasa, tapi jadi gak biasa.
jadi capek,
jadi tertekan,
jadi kesel,
puncaknya?! kalo ngikutin ego sama napsu
mungkin 'resignation letter' dan e-mail
'salam perpisahan' dah ada dalam recents documents.


ada yang bilang "hey man! it's only a job!"
berusaha untuk memahami arti dari nasehat itu,
tapi koq sampe kebawa mimpi ya?!


sepertinya gak ada lagi batas antara yang real 
dan gak masuk akal. Semuanya jadi grey area kalo
dah gini.


coba lihat sekitar kita,
sepertinya semua berpulang pada kompromi pada akhirnya.


kompromi pada ego pribadi,
kompromi pada idealisme,
kompromi pada lingkungan sekitar.


tapi sayang,
semua masih perlu pembelajaran,
bagaimana mengendalikan emosi, napsu, dan empati


ironis ya..


coba deh lihat sekitar kita.