bukan saya, tapi kamu..
04.23.06 (1:57 am) [edit]dah lama banget saya gak nulis,
blog yang menjadi tempat sampah saya selama ini,
yang tau kapan saya lagi seneng,
kapan saya lagi sedih,
kapan saya lagi gamang,
kapan saya lagi marah,
kapan saya lagi jatuh cinta dan putus cinta tentunya.
setelah melalui hari2 yang penuh dengan kesibukan pekerjaan,
saya tidak pernah melupakan orang2 yang ada disekitar saya selama ini,
tapi entah kenapa akhir2 ini saya ingin sekali ditelpon,
saya ingin sekali di sms, di buzz di YM,
saya ingin ditegur duluan, dicariin duluan.
bukan saya yang mencari tapi saya ingin dicari.
bukan saya yang memperhatikan tapi saya ingin diperhatikan,
bukan saya yang melihat tapi saya ingin dilihat.
bukan saya yang menegur tapi saya ingin ditegur.
senyum ramah temen2 saya sedikit menghibur rasa sepi ini.
oh ternyata saya punya banyak teman,
banyak yang menyapa membuat saya kembali bersemangat,
ngobrol ngalor ngidul,
ada yang bertanya blog lo kok ga pernah diupdate ya?
hehe..
*iya juga ya..
tapi terima kasih temen,
pertanyaan itu membuat aku senang,
ternyata ada juga yang mau baca keluh kesah kisah hidup saya di blog
makasih ya..
bener loh, kata orang bijak bahwa,
temen itu sumber inspirasi,
temen itu datengin rejeki,
temen itu lebih abadi dari kekasih,
terimakasih teman atas perhatian dan kepekaannya.
pertanyaan [1]:
apa yang terpenting setelah Tuhan dan Orangtua?
jawaban [1]:
temen.
pertanyaan [2]:
bagian tubuh mana yang paling penting buat kita?
jawaban [2]:
pasti sebagian besar dari kamu akan menjawab: mata
karena penglihatan itu sangat penting bagi siapa saja.
tapi sepertinya bukan, karena banyak juga orang yang menderita
karena ia buta, ia tidak dapat melihat.
buat saya bahu adalah bagian tubuh yang terpenting,
karena bahu dapat menyangga kepala seorang teman atau orang yang kita sayangi,
ketika mereka menangis,
ketika mereka ingin merasa nyaman,
ketika mereka ingin ada yang mendukungnya,
ketika mereka bahagia dan ingin membagi kebahagiaannya kepada kita.
semua orang perlu bahu untuk sesekali menyangganya dalam hidup ini.
saya hanya berharap, kamu punya kecukupan cinta dan teman,
sehingga kamu selalu punya tempat bersandar,
untuk menangis di saat kamu memerlukannya.
betul teman,
kadang kita tidak perlu memikirkan diri sendiri,
hanya karena kita tidak dapat melihat,
kita bisa kok melihat dengan hati kita.
yang paling penting adalah kita peka terhadap penderitaan orang lain.
orang-orang akan lupa dengan apa yang kita katakan.
orang-orang akan lupa dengan apa yang kita kerjakan.
tapi orang tidak akan pernah lupa perasaan yang dirasakannya akibat perlakuan kita kepadanya.
sahabat baik itu seperti bintang-bintang di langit.
kita tidak selalu melihat mereka, tapi kita tahu, bahwa mereka itu ada.
terinspirasi oleh:
<<seorang teman yang memutuskan untuk segera mengakhiri masa lajangnya dalam waktu dekat,
seorang teman yang sedang bersedih, seorang teman yang bahagia karena merasa hidupnya
sudah lengkap dengan kehadiran buah hati pertamanya, seorang teman yang melihat,
seorang teman yang bertanya, seorang teman lama yang membutuhkan dukungan, seorang teman
yang baik, bahkan sangat baik buat saya>>